Cara Memilih Oli Motor Sesuai Model Kendaraan

Dengan semakin banyaknya kendaraan roda dua yang terjun ke jalan setiap hari, semakin banyak juga produsen yang menawarkan perlengkapan produk otomotif tersebut. Mulai dari aksesoris, onderdil, hingga varian oli yang semakin beragam. Agar Anda tidak bingung, berikut ulasan tentang cara memilih oli motor yang sesuai dengan jenis dan model kendaraan Anda.

Ketahui Spesifikasi Mobil

Sebelum Anda memutuskan untuk mengganti oli dengan beragam merk yang tersedia di pasaran, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dulu spesifikasi dari kendaraan Anda. Hal ini bisa Anda lihat pada buku manual kendaraan yang disertakan pada saat pembelian. Dari sana Anda akan mendapatkan informasi seputar mesin serta oli jenis apa saja yang cocok untuk digunakan.

Jika motor Anda termasuk jenis kendaraan 4tak, maka Anda hanya butuh satu jenis oli saja untuk melumasi seluruh bagian mesin. Sementara itu motor jenis 2tak akan membutuhkan oli dengan jenis yang berbeda pada bagian mesin dan juga bagian samping body.

Ketahui Kekentalan Oli

Untuk urusan yang satu ini, Anda perlu jeli memperhatikan setiap kode dari jenis oli yang ingin Anda gunakan. Society Automotive Engineer atau SAE merupakan kode yang digunakan sebagai tanda pengenal oli. Sementara kode atau huruf yang terdapat setelah kata SAE merupakan petunjuk tingkat kekentalan oli.

Sebagai contoh oli bernama SAE 15W-50. Huruf W dalam rangkaian tersebut merupakan singkatan dari kata Winter. Serta tingkat kekentalan oli tersebut berada pada SAE 15 untuk suhu dingin serta SAE  50 ketika suhu panas. Dengan begitu maka kendaraan tetap terlindungi walau sedang berada pada kondisi ekstrim sekalipun. Semakin besar angka maka oli semakin kental.

Lihat Sertifikasi Oli

Selain memperhatikan kekentalan pada sebuah produk oli, Anda pun sebaiknya memperhatikan kode sertifikasi yang tertera di belakang kemasan. Hal ini bertujuan untuk melihat jaminan kualitas dan standar yang dimiliki sebuah produk. Beberapa nama badan yang mengeluarkan sertifikasi adalah API, ACEA, ILSAC, serta JASO.

Bahan Sintetis atau Mineral?

Jika kendaraan Anda merupakan motor jenis terbaru dengan tipe mesin turbo, supercharger atau DOHC, maka sangat disarankan untuk menggunakan oli sintetis yang bisa melapisi dan mengalir dengan sempurna. Selain itu oli jenis ini juga lebih stabil pada temperatur tinggi sehingga penguapan yang terjadi cenderung lebih rendah.  

Ganti Merk Oli, Boleh?

Merk dan harga bukan merupakan sebuah ukuran bagus tidaknya sebuah produk karena masing-masing kendaraan dibuat dengan spesifikasi tertentu. Pun dengan oli mobil, produk tersebut dibuat mengikuti jenis mesin yang telah beredar di pasaran.

Jika Anda sudah memakai satu merk tertentu dan bosan atau tergiur oleh iklan dari brand lain dan ingin berganti, maka tidak masalah. Asalkan tingkat kekentalan yang dimiliki cocok dengan spesifikasi kendaraan yang Anda miliki. Jadi merk apa saja tidak masalah asalkan bisa diterima dengan baik oleh motor Anda.

Periksa Oli Secara Rutin

Setelah memutuskan untuk mengganti oli dalam kurun waktu yang ditentukan, jangan lupa pula mengecek kondisi oli secara rutin. Hal ini karena fungsi oli yang sangat penting bagi kendaraan, tak hanya sebagai pelumas, namun oli juga berfungsi sebagai penjaga kestabilan suhu mesin, pelindung karat, serta pembersih dinding mesin.

Jika oli Anda sudah dalam keadaan tidak baik atau mulai hitam, maka hendaknya Anda segera memeriksakan motor Anda ke bengkel terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan guna menghindari kerusakan lain yang lebih parah.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan ketika ingin oli motor yang tepat untuk kendaraan pribadi Anda. Tingkat kekentalan serta warna pada oli juga bisa menjadi indikasi apakah oli tersebut asli atau palsu. Untuk itu Anda harus benar-benar memahami perbedaan keduanya agar komponen mesin motor Anda tidak cepat rusak akibat pemilihan oli yang salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *